Cuti Berbayar di Jerman: Hak dan Kesejahteraan PekerjaPicture by Nick Youngson: Holiday

Cuti berbayar di Jerman menjadi perhatian utama yang diatur oleh Undang-Undang Cuti Federal dan perjanjian kolektif. Berdasarkan regulasi tersebut, hak cuti minimum bagi pekerja adalah 24 hari per tahun kalender, dengan pengecualian hari Minggu dan hari libur (bagian 3 ayat 1 dan 2). Menariknya, hari Sabtu dimasukkan dalam perhitungan, sehingga memperluas cakupan hak cuti.

Kesepakatan bersama juga memegang peranan penting dalam menentukan jumlah cuti. Selama periode 4 hingga 6 minggu per tahun kalender, pekerja dapat memperoleh cuti berbayar sesuai dengan perjanjian tertentu. Fakta menarik lainnya adalah peningkatan klaim cuti berbayar dari 80% karyawan Jerman Barat dan 55% karyawan Jerman Timur yang tercakup dalam perjanjian bersama tahun 1999. Hal ini mencerminkan evolusi positif dalam pengakuan hak cuti pekerja seiring waktu.

Baca Juga: Sistem Hukum Indonesia dan Jerman, Apa Perbedaannya?

Kewajiban Pemberi Kerja Memberikan Cuti Berbayar

Sejalan dengan undang-undang ketenagakerjaan di Jerman, pemberi kerja wajib memberikan cuti minimal kepada karyawannya. Hak cuti tahunan yang dibayar bervariasi berdasarkan pekan kerja, di mana pekerja dengan pekan kerja enam hari memiliki hak cuti tahunan 24 hari, sedangkan pekerja dengan pekan kerja lima hari memiliki hak cuti tahunan 20 hari. Meskipun demikian, melalui perjanjian dewan kerja dan perundingan bersama, sebagian besar pemberi kerja memberikan potongan yang lebih besar, menciptakan lingkungan kerja yang lebih mendukung.

Cuti Hari Nasional & Cuti Sakit

Hari libur nasional di Jerman menunjukkan variasi tergantung pada negara bagian. Namun, secara keseluruhan, terdapat sepuluh hari libur nasional yang memberikan waktu istirahat ekstra bagi pekerja. Selain itu, cuti sakit di Jerman memberikan karyawan waktu selama enam minggu atau 42 hari dengan manfaat sakit dari jaminan sosial. Adanya persyaratan surat keterangan medis dari praktisi medis terdaftar memastikan transparansi dan keabsahan klaim cuti sakit.

Undang-Undang Remunerasi Berkelanjutan (Entgeltfortzahlungsgesetz) menjadi landasan bagi gaji sakit. Selama enam minggu, karyawan mendapatkan gaji sakit sesuai undang-undang, kecuali jika mereka berkontribusi materi terhadap penyakit setelah bekerja selama empat minggu. Aturan yang diberikan juga mengakomodasi situasi di mana karyawan mengalami penyakit mendasar yang sama, memungkinkan periode enam minggu untuk dimulai kembali.

Cuti Hamil & Cuti Orang Tua

Hari libur untuk wanita hamil dan orang tua menjadi aspek penting dalam perlindungan kesejahteraan pekerja di Jerman. Cuti hamil mencakup 14 minggu, termasuk enam minggu sebelum melahirkan dan delapan minggu setelah melahirkan. Dalam kasus persalinan yang rumit, karyawan dapat memperpanjang cuti melahirkan hingga 12 minggu tambahan.

Cuti orang tua di Jerman memberikan hak kepada karyawan untuk cuti sampai anak mencapai usia tiga tahun. Meskipun pemberi kerja tidak diwajibkan membayar gaji selama cuti ini, karyawan memiliki opsi untuk bekerja paruh waktu, dengan jam kerja antara 15 dan 30 jam per minggu. Setelah cuti orang tua berakhir, karyawan tersebut dapat kembali ke posisi semula, menunjukkan upaya untuk memfasilitasi transisi yang mulus.

Cuti Berbayar untuk Disabilitas

Terakhir, cuti karena disabilitas di Jerman memberikan kebijakan tambahan bagi karyawan penyandang disabilitas berat. Setelah enam bulan bekerja, karyawan dapat meminta cuti tambahan selama lima hari kerja seminggu. Hal ini mencerminkan kesadaran akan kebutuhan khusus individu yang mungkin memerlukan waktu tambahan untuk pemulihan atau adaptasi.

Kesimpulan: Cuti Berbayar di Jerman

Secara keseluruhan, sistem cuti berbayar di Jerman mencerminkan perhatian yang serius terhadap hak dan kesejahteraan pekerja. Dengan regulasi yang komprehensif dan perjanjian bersama yang memadai, pekerja di Jerman dapat mengakses hak cuti mereka dengan keyakinan akan perlindungan yang diberikan oleh kerangka hukum yang kokoh.

Sumber Terkait:

Tertarik Mencari Pengalaman Baru di Jerman?

Jerman sedang kekurangan banyak tenaga kerja, loh. CVGEN (sebagai tenaga support Jerman) siap membimbing kamu untuk menempuh karir di Jerman tanpa agen. Dengan sistem hukum di Jerman yang bagus, kamu tak perlu terlalu khawatir untuk tinggal di Jerman.

Yuk! Ikutan dengan program ini :

  • Ausbildung (Sekolah profesi sambil bekerja di Jerman)
  • Relawan (FSJ, BFD)
  • Profesional ( Bekerja di bidang IT, Engineer, Tenaga Medis (Perawat))

CVGEN juga bekerjasama dengan Mina Mulia. Memberikan layanan konsultasi dan juga coaching, untuk tujuan tour, study, menetap sebagai pasangan atau berkarir ke Jerman. Gratis! (Kunjungi: Mina Mulia).

Apakah Anda merasa sulit dengan persiapan bahasa Jerman di Indonesia? Yuk! ikuti Asrama Persiapan dan Budaya Bahasa Jerman di Indonesia sampai B2 dengan CVGEN.

Selanjutnya, silahkan Hubungi +62 852-9864-9951 atau kunjungi website cv-gen.com atau email ami@cv-gen.com.

Kemudian, jika membutuhkan Jasa membuat CV atau ingin otomatis membuat CV gratis ke PDF dari Website, langsung saja ke Resume CVGEN.

Yuk, Ikutan Juga Grup dan Komunitas Indonesia di Jerman


Kabar gembira untuk Anda yang mungkin ingin mencari koneksi, teman atau informasi-informasi lainnya seputar Jerman, nih. Anda bisa gabung di sini :

Ingin Menikmati Weekend Seru dan Unik di Jerman?

Berikut rekomendasi keren tempat dan pesan tiket transportasi di Jerman :

By Neisya Putri Rahmawati

INFP-T | Prokopton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *