Kuliah di JermanBangunan universitas di Jerman

Dalam menjalani studi di Jerman, mahasiswa seringkali merasakan perbedaan signifikan dalam pendekatan pembelajaran daripada dengan pengalaman kuliah di Indonesia.

Baca Juga : Menetap di Jerman dengan Pasangan? Ini Dia Syaratnya!

Realita Kuliah di Jerman

Berikut beberapa aspek menarik yang menandai realita kuliah atau studi di Jerman:

  • Kemandirian dalam Belajar: Salah satu perbedaan mencolok adalah pendekatan yang sangat mandiri dalam belajar. Di Indonesia, dosen atau profesor cenderung memberikan arahan dan pengingat terkait tugas, ujian, dan aktivitas lainnya. Namun, di Jerman, mahasiswa berharap untuk mengatur sendiri jadwal, merencanakan pekerjaan, dan mengingat tanggung jawab akademis mereka setelah satu kali pengingat. Ini mendorong pengembangan kemandirian yang kuat.
  • Keterbatasan Koneksi dengan Profesor: Di Jerman, para mahasiswa mungkin akan mendapati bahwa koneksi dengan profesor terbatas pada lingkup kelas. Setelah kuliah selesai, hubungan tersebut cenderung meredup, kecuali jika terdapat kepentingan khusus. Namun, dalam konteks penulisan skripsi, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk lebih dekat berinteraksi dengan seorang profesor yang akan mengawasi dan membimbing mereka.
  • Fleksibilitas dalam Durasi Studi: Jika di Indonesia, kebanyakan program studi memiliki durasi tetap dan target lulusan harus mahasiswa capai sesuai jadwal, di Jerman pendekatan ini berbeda. Mahasiswa di Jerman seringkali memerlukan waktu lebih lama untuk menyelesaikan gelar sarjana. Hal ini dianggap wajar, dan mereka dapat memutuskan untuk bekerja atau beristirahat beberapa semester sebelum melanjutkan studi. Pendekatan ini mencerminkan tekad untuk mengoptimalkan pengalaman studi dan mengejar peluang di luar ruang kelas.
  • Pentingnya Deadline yang Ketat: Kultur ketepatan waktu yang kental di Jerman tercermin dalam pentingnya mengikuti deadline dengan disiplin. Mahasiswa wajib untuk mengumpulkan tugas atau presentasi tepat waktu. Meskipun ada sedikit kelonggaran dalam kasus keadaan darurat, komunikasi yang jelas dan pemberitahuan sejak jauh-jauh hari tetap diperlukan. Hal ini berbeda dengan Indonesia yang mungkin lebih fleksibel dalam hal deadline.
  • Ketidakpedulian terhadap Absen: Di Jerman, konsep absen dalam konteks perkuliahan universitas hampir tidak ada. Mahasiswa diberi kepercayaan untuk menghadiri kelas sesuai tanggung jawab masing-masing. Ini sejalan dengan upaya untuk mendidik mereka agar mandiri. Meskipun begitu, peraturan absensi masih diterapkan di tingkat pendidikan dasar dan menengah di Jerman.

Kesimpulan : Realita Kuliah di Jerman

Dalam keseluruhan, pengalaman kuliah di Jerman menawarkan pandangan baru tentang pendidikan yang fokus pada kemandirian, disiplin waktu, dan fleksibilitas. Kemudian, perbedaan ini mencerminkan nilai-nilai yang ditanamkan dalam sistem pendidikan Jerman yang menghargai tanggung jawab individu dan pengembangan pribadi.

Sumber Terkait : https://youtu.be/rPnaSEKp6Zw?si=ANHiPM5P6TGKSz6j

Tertarik untuk Mencari Pengalaman Baru di Jerman?

CVGEN Bekerjasama dengan Mina Mulia. Layanan konsultasi dan coaching, untuk tujuan tour, study, menetap sebagai pasangan atau berkarir ke Jerman. Gratis! (Kunjungi: https://www.minamulia.com/).

Yuk! Ikutan dengan program ini :

  • Ausbildung (Sekolah profesi sambil bekerja di Jerman)
  • Relawan (FSJ, BFD)
  • Profesional ( Bekerja di bidang IT, Engineer, Tenaga Medis (Perawat))
  • Ferienjob (Magang 3 bulan di Jerman)

Merasa sulit dengan persiapan bahasa Jerman di Indonesia? Ikuti Asrama Persiapan dan Budaya Bahasa Jerman di Indonesia sampai B2.

Hubungi Silahkan Hubungi +62 852-9864-9951 atau kunjungi website cv-gen.com

Kemudian, jika membutuhkan Jasa membuat CV atau ingin otomatis membuat CV gratis ke PDF dari Website, langsung saja ke https://resume.cv-gen.com/cv-generator.

Yuk, Ikutan Grup dan Komunitas Indonesia di Jerman


Kabar gembira untuk Anda yang mungkin ingin mencari koneksi, teman atau informasi-informasi lainnya seputar Jerman, nih. Anda bisa gabung di sini :

By Neisya Putri Rahmawati

INFP-T | Prokopton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *