Gelombang Baru Corona & Normalitas Jerman 3 Tahun TerakhirGambar In PxHere: Corona Virus

Jerman kembali dilanda gelombang baru corona atau infeksi COVID-19 pada akhir 2023, meskipun situasinya jauh berbeda dibanding awal pandemi. Pada Desember 2020, lockdown yang disebut sebagai “lockdown light” tidak berhasil mengendalikan virus, menyebabkan pemerintah kembali memberlakukan pembatasan yang ketat.

Saat ini, setelah tiga tahun, warga Jerman telah mengalami perubahan signifikan. Sebagian besar telah divaksinasi, tetapi dokter keluarga seperti Lars Rettstadt menghadapi lonjakan pasien dengan gejala corona yang lebih ringan. Namun, jumlah kasus berat menurun drastis, menunjukkan efektivitas vaksinasi dalam mengurangi dampak penyakit.

Baca Juga: Perusahaan Terbesar di Jerman: Buka Pintu bagi Pencari Pekerja

Kekhawatiran Menteri Kesehatan Jerman Mengenai Gelombang Baru Corona

Meskipun sebagian besar warga tidak lagi melakukan tes mandiri, Menteri Kesehatan Jerman, Karl Lauterbach, menyoroti perlunya tindakan hati-hati dan peningkatan vaksinasi menjelang Natal. Angka kejadian dalam 7 hari saat ini mencapai 38, jauh lebih rendah dibandingkan puncak gelombang sebelumnya.

Penting untuk dicatat bahwa normalitas baru di Jerman tidak hanya mencakup COVID-19. Infeksi saluran pernapasan lainnya, seperti influenza dan virus RSV, juga meningkat. Meski demikian, data menunjukkan bahwa peningkatan tersebut belum menciptakan peningkatan signifikan dalam jumlah pasien yang memerlukan perawatan intensif atau yang meninggal akibat corona.

Tanggapan Ilmuwan Virus Jerman

Ahli virologi, Martin Stürmer, menyoroti munculnya varian baru, Pirola, dengan lebih dari 30 mutasi. Meskipun ada kekhawatiran akan perubahan varian, vaksinasi dan penggunaan masker tetap menjadi kunci dalam melawan penyebaran virus.

Menyikapi kondisi ini, tantangan mendatang mencakup peningkatan vaksinasi, terutama di kalangan kelompok berisiko. Kesadaran masyarakat akan pentingnya tindakan pencegahan, seperti penggunaan masker, juga menjadi fokus untuk menjaga tingkat infeksi tetap terkendali.

Kesimpulan: Gelombang Baru Corona

Dalam menghadapi gelombang baru ini, komunikasi positif dan masuk akal menjadi kunci untuk meningkatkan tingkat kesadaran dan kesiapan masyarakat. Menteri Kesehatan Lauterbach menekankan bahwa COVID-19 bukan sekadar flu dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan waktu ideal sekarang untuk mendapatkan vaksinasi secara maksimal menjelang perayaan Natal.

Info statistik Covid-19 di Jerman terbaru: Corona Virus Germany

Sumber Terkait:

Lauterbach Calls for More People to Get Covid Vaccines

Jerman Dilanda Gelombang Baru Inveksi Corona

Tertarik Mencari Pengalaman Baru di Jerman?

Kondisi Jerman sekarang, sedang kekurangan banyak tenaga kerja. Maka dari itu, tak heran jika negara ini mulai merekrut pekerja dari luar negeri, termasuk Indonesia. Yuk! Dapatkan pengalaman ke Jerman dengan mengikuti program ini:

  • Ausbildung (Sekolah profesi sambil bekerja di Jerman)
  • Relawan (FSJ, BFD)
  • Profesional ( Bekerja di bidang IT, Engineer, Tenaga Medis (Perawat))

Jangan khawatir! CVGEN akan membantu Anda sebagai lembaga pendukung ke Jerman tanpa agen!

Bagaimana dengan persiapan bahasa Jerman di Indonesia? Yuk! Ikuti Asrama Persiapan dan Budaya Bahasa Jerman di Indonesia sampai B2 dengan CVGEN.

CVGEN juga bekerjasama dengan Mina Mulia. Memberikan layanan konsultasi dan juga coaching, untuk tujuan tour, study, menetap sebagai pasangan atau berkarir ke Jerman. Gratis! (Kunjungi: Mina Mulia).

Selanjutnya, silahkan Hubungi +62 852-9864-9951 atau kunjungi website cv-gen.com atau email ami@cv-gen.com.

Kemudian, jika membutuhkan Jasa membuat CV atau ingin otomatis membuat CV gratis ke PDF dari Website, langsung saja ke Resume CVGEN.

Yuk, Ikutan Juga Grup dan Komunitas Indonesia di Jerman


Kabar gembira untuk Anda yang mungkin ingin mencari koneksi, teman atau informasi-informasi lainnya seputar Jerman, nih. Anda bisa gabung di sini :

Ingin Menikmati Weekend Seru dan Unik di Jerman?

Berikut rekomendasi keren tempat dan pesan tiket transportasi di Jerman :

By Neisya Putri Rahmawati

INFP-T | Prokopton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *