Peserta Ferienjob batch pertamaPeserta ferienjob batch pertama di Jerman

Peserta Ferienjob batch pertama telah berpulang ke tanah air pada bulan Desember 2022 lalu. Banyak kenangan atau pengalaman yang patut mereka ceritakan, terutama kepada peserta Ferienjob batch kedua nanti. Kisahnya pun sangat beragam. Beda orang, beda pula ceritanya.

Perbedaan budaya sangat berperan dalam beberapa pengalaman yang mereka lalui. Perlu kamu ingat, bahwa Jerman menjadi salah satu negara yang gila peraturan. Pantas saja mereka para peserta Ferienjob banyak yang mengalami Culture Shock, duh.

Beberapa kisahnya pun, banyak yang terkesan tak masuk akal atau aneh. Pastinya, bikin geleng-geleng kepala siapa pun yang membacanya. Tapi, di bawah ini hanya secuil kisah saja, karena banyak sekali kisah-kisah dari para peserta Ferienjob yang tidak bisa saya tuliskan semuannya. Yuk, baca kisahnya sampai habis!

Baca Juga : Yuk, Jadi Koordinator Ferienjob Dengan Tips Ini!

Lupa Kunci Dendanya Bikin Lupa Diri

Yang pertama berasal dari 10 peserta Ferienjob Indonesia. Ceritanya, suatu hari pada akhir minggu. Mereka pergi ke sebuah pasar kota di Jerman.

Malangnya, saat mereka pergi. Mereka lupa membawa kunci kamarnya masing-masing. Kemudian, baru sadar saat mereka akan pulang dari pasar tersebut. Ketika lupa kunci, maka mereka harus memanggil tukang kunci setempat. Parahnya, denda yang mereka bayarkan yaitu sekitar 300 euro atau setara 4.800.000 rupiah. Waduh, sudah bisa buat beli kambing kurban, tuh.

Peserta Ferienjob Kepincut Bule Hingga Pacaran

Terkadang cinta datang dari hal yang tak terduga. Entah itu dari kejadian yang awalnya membuat kecewa atau saat seseorang berada di negeri yang sangat jauh sekalipun.

Seperti kisah peserta Ferienjob ini. Sebut saja namanya Mehmet (nama samaran). Ia merupakan mahasiswa asal Kendari. Awalnya ia hampir putus asa. Karena telah mengalami hal yang kurang mengenakan, yaitu visanya disetujui paling akhir dan berangkat sendiri paling akhir. Namun, awal yang sedih membawa akhir yang bahagia. Saat transit di Bandara Doha, Qatar. Ia bertemu dengan seorang bule cantik asal Amerika. Kemudian mereka berkenalan dan saling tukar nomor Whatsapp. Akhirnya, mereka sering berkomunikasi, walaupun Mehmet sudah pulang ke Indonesia.

Dan, berikutnya adalah datang dari peserta Ferienjob lainnya, namanya Hime (nama samaran). Mahasiswa Indonesia asal Flores. Awal ceritanya yaitu saat ia mulai bekerja di Jerman. Salah satu rekan kerjanya, seorang bule tampan. Ternyata ia naksir dengan Hime. Kemudian, bule tersebut mulai mengajak kencan. Namun, mungkin karena malu atau ragu-ragu. Akhirnya, gadis asal Flores ini mengajak keempat rekannya yang lain saat kencan tersebut. Namun, sayangnya keesokan harinya ia tidak berhubungan lagi dengan bule tersebut atau putus kontak. Karena saat kencan, si bule ini harus membayar 6 es krim untuk dirinya sendiri, Hime dan teman-temannya.

Peserta Ferienjob Kena Copet dan Nekat Masuk Kereta Api Tanpa Tiket

Walaupun Jerman termasuk negara maju. Namun, hal-hal yang menyangkut kejahatan juga masih banyak terjadi, loh. Beberapa peserta Ferienjob, ternyata ada juga yang kena copet saat menaiki kereta api di Münich, Jerman. Barang yang dicopet berupa HP milik peserta tersebut. Jadi, untuk peserta batch kedua nanti, lebih waspada, ya. Jangan sampai lengah dan simpan uang atau barang dengan baik-baik.

Kemudian,ada lagi peserta lainnya, namanya Anya (nama samaran) dan satu temannya. Entah apa yang merasuki pikiran mereka, mereka nekat naik kereta api tanpa tiket dan kena denda 120 euro untuk dua orang tersebut. Katanya, karena sudah mepet waktu kerja dan tidak membawa uang yang cukup.

Berdiri Berjam-jam Sehari Bak Olahraga Dibayar

Kisah ini dari Mehmet yang kepincut dengan bule Amerika tadi. Namun, kali ini berbeda. Bukan soal cinta lagi, tapi soal jam kerja.

Jadi, saat diwawancarai oleh beberapa tim koordinator Ferienjob. Lukman bercerita bahwa saat bekerja, ia harus berdiri sekitar 8-10 jam per hari. Semua itu demi uang 100 euro. Menurutnya, gaji yang ia dapat sangat setimpal dengan sistem kerjanya. Lagipula kurs euro ke rupiah itu jumlahnya cukup besar.

Nah, begitulah beberapa kisah dari Ferienjob batch pertama. Semoga bisa menjadi inspirasi kamu jika berminat dengan program Ferienjob. Untuk mendaftarnya bisa klik ferienjobs.cv-gen.com.

By Neisya Putri Rahmawati

INFP-T | Prokopton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *