Gadis Sulawesi Bekerja ke Jerman

Kita telah mengenal Jerman sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikannya yang baik dan terstruktur. Dengan itu pula kita mendengar bahwa tidak semua orang di Jerman bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas.
Jangan salah sangka dulu, hal tersebut bukan karena masalah keuangan, akan tetapi, soal nilai yang tidak mencukupi. Hanya orang dengan nilai tertentu saja yang bisa melanjutkan pendidikan ke universitas, entah universitas swasta atau negeri.

Gadis Sulawesi Bekerja ke Jerman

Emmy Mattalatta adalah salah satu gadis yang merasa tertantang dengan prinsip negara tersebut. Gadis berusia 18 tahun itu, harus meninggalkan Kepulauan Buton terletak di Sulawesi demi mengenyam pendidikan vokasi di Jerman. Ausbildung adalah kesempatan dan pilihan paling briliant untuk generasi muda baik di Jerman maupun dari luar Jerman. Emmy Mattalatta mengatakan bahwa ia akan merindukan La Sangaji, yaitu benteng pada masa Sultan Kaimuddin pada abad ke-16 (benteng ini termasuk yang terluas sejagat raya dan telah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record).
Membahas pendidikan, Emmy Mattalatta mungkin adalah satu dari sekian anak-anak Indonesia lain yang sangat ingin meraih kesuksesan. Ausbildung adalah impian terbesarnya. Emmy Mattalatta dengan senang hati akan membagikan pengalamannya bersekolah di sekolah vokasi Jerman tersebut.

Ausbildung Bagi Emmy

Ausbildung adalah sekolah vokasi di Jerman yang memiliki sistem 3 hari kerja dan 2 hari kuliah. Sistemnya adalah sistem blok, yaitu sebulan kuliah dan sebulan kerja magang. Menurut Emmy, untuk ukuran sekolah vokasi, Ausbildung sangatlah pas dan efektif.
Pada tahun ketiga atau terakhir bersekolah di sana, Emmy harus mengikuti ujian negara yang merupakan ujian sertifikasi profesi pilihan Emmy. Harapannya setelah Emmy lulus nanti, ia bisa menjadi seorang profesional berstandar Eropa di bidangnya. Bekerja secara fulltime dan ahli menjadi fokus Emmy sekarang. Emmy bilang, bahwa meskipun ia termasuk warna Indonesia, ia tetap mendapat hal yang sama dengan orang-orang lokal lain.
Tidak hanya bekerja, Emmy pun bisa sembari melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas setelah dari Ausbildung. Fakta bahkan mengatakan bahwa di zaman sekarang ini, Ausbildung ialah program yang sangat digemari milenial Indonesia. Bukan hanya karena gaji di atas rata-rata gaji di Indonesia saja, rata-rata lulusan ausbildung mempunyai peluang besar untuk bekerja di dunia internasional.


Bagaimana Emmy Di Usia Yang Masih Sangat Muda Bisa ke Jerman Ausbildung?

Emmy mengatakan bahwa untuk mengikuti program ausbildung—yang utama adalah mampu berbahasa Jerman sampai setidaknya tingkat B1. Syarat ini adalah mutlak. Tidak hanya itu, bahkan sebagian perusahaan ada juga yang meminta sertifikat bahasa Jerman tingkat B2 sebagai persyaratan.
Sebagai warna negara asing, Emmy memerlukan paspor dan visa Ausbildung untuk dokumen perjalanan serta izin tinggal di Jerman. Usia minimal untuk Ausbildung adalah 18 tahun dan maksimal 35 tahun.
Pendidikan terakhir agar bisa Ausbildung adalah SMA/sederajat. Tahapan selanjutnya adalah belajar serta bekerja keras, agar tidak gagal ketika ujian akhir Ausbildung.


Fasilitas Saat Ausbildung

Para pengikut program Ausbildung, seperti halnya Emmy Mattalatta, disebut sebagai Azubi. Para Azubi ini berhak mendapatkan beberapa fasilitas, yaitu gaji bulanan 850-1100 euro atau setara dengan Rp14 juta-Rp18 juta. Jumlah ini akan terus naik hingga tahun ketiga. Para Azubi tidak hanya mendapat gaji bulanan, namun juga fasilitas tempat tinggal. Akan tetapi, tidak semua perusahaan memberikannya, jadi, kamu perlu mencari tahu dulu sebelum menandatangani kontrak Ausbildung.

Jurusan-Jurusan Ausbildung

Jerman adalah negara yang memiliki banyak profesi, bahkan beberapa di antaranya tidak ada di Indonesia. Maka dari itu, pendidikan di sana pun sangat kompleks. Emmy pun jadi semakin terdorong. Di Ausbildung, terdapat banyak jurusan, di antaranya adalah bahasa asing, marketing, otomotif, digital management, koki, perawat, IT, pegawai supermarket, bankir, pegawai hotel, asisten dokter, teknisi elektronik, dan masih banyak lagi.

Cara Mendaftar Ausbildung

Emmy menghimbau untuk melakukan pendaftaran secara mandiri. Di luaran sana banyak sekali agen yang memasang tarif tidak sedikit.

  • Pertama-tama, pastikan kamu telah memiliki sertifikat bahasa Jerman sampai tingkat B1 dan paspor.
  • Selanjutnya, temukan perusahaan yang menerima lamaran untuk ausbildung.
  • Jika sudah mendapatkan tempat ausbildung yang cocok, siapkan dokumen. Kemudian, silakan kirim lamaran.
  • Apabila lamaran telah diterima, akan ada sesi wawancara oleh perusahaan.
  • Untuk sesi ini bisa biasanya secara virtual.
  • Setelah proses wawancara selesai dan lulus, saatnya menuju Kedutaan Jerman di Jakarta untuk mengurus visa ausbildung di Jerman.

Pada proses ini, bisa dibarengi dengan menyiapkan barang-barang yang akan dibawa.

Dokumen-dokumen yang Dibutuhkan untuk Mendaftar Ausbildung

Adapun dokumen yang dibutuhkan untuk mengikuti program ausbildung adalah:

  • Sertifikat bahasa Jerman tingkat B1- B2;
  • Motivation Letter dalam bahasa Jerman.;
  • Ijazah pendidikan terakhir beserta transkrip nilai yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman oleh penerjemah tersumpah.

Ausbildung Tidak Semudah yang Dibayangkan

Sebagai Azubi, kendala yang paling umum terjadi adalah culture shock. Perbedaan budaya antara Jerman dan Indonesia begitu signifikan sehingga banyak azubi terkejut. Misalnya, orang Jerman tidak pernah lambat dalam bekerja dan selalu tepat waktu. Menjadi anak kost di Jerman tidak semudah menjadi anak kost di Indonesia. Di Indonesia, banyak sekali warteg, penjual bakso dan pedagang lainnya yang melintas di depan rumah kos. Di Jerman, makanan Indonesia mahal. Pastinya kamu akan sangat merindukan makanan Indonesia.
Selain itu, terkadang ada masalah di sekolah atau pekerjaan. Misalnya, ketika ada tugas kelompok, ada orang yang meremehkan orang dari Asia dan tidak mau satu grup dengan kamu. Di sini kamu harus kuat menghadapi kenyataan dan bangkit untuk menunjukkan kepada orang-orang di sana bahwa Anda bisa setara dengan mereka.

Dukungan Bagi Generasi Muda Yang Hendak Ausbildung ke Jerman

Sebagaimana diketahui bersama bahwa untuk ke Jerman untuk tujuan menetap, belajar, kuliah, dan bekerja, syarat paling utama adalah Bahasa Jerman. Komunitas Indonesia di Jerman yang dibentuk oleh orang Indonesia yang sudah lama menetap di Jerman, memberikan kelas bahasa Jerman gratis dan secara profesional mengatur jalannya kelas yang diisi oleh tidak sedikit relawan Indonesia yang menetap di Jerman. Melalui grup WA dan facebook group, komunitas ini sayangnya belum terlalu banyak diketahui oleh masyarakat umum.

By Amsulistiani Ensch

👉🏽 Job Coach & Recruitment Consultant, 👉🏽 Management & Networking.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *