Etika Makan di Restoran Jerman - Tips Anti Gegar Budaya!Gambar di PxHere: Makanan, makan, sarapan, wafer, gathering.

Makan di restoran Jerman bukan hanya tentang menikmati hidangan lezat, tetapi juga tentang menghormati tradisi dan etika makan yang telah tertanam dalam budaya mereka. Untuk pengunjung yang ingin menjalani pengalaman kuliner yang menyenangkan, penting untuk memahami norma-norma sosial yang berlaku. Berikut panduan langkah demi langkah untuk memastikan Anda bersikap sopan dan dihormati saat makan di restoran Jerman.

Baca Juga: Budaya Belajar di Jerman: Guru Bukanlah Dewa?

1. Etika Jangan Langsung Duduk di Restoran Jerman

Ketika memasuki restoran, tunggulah pelayan menunjukkan tempat duduk. Ini bukan hanya tindakan sopan, tetapi juga memudahkan pelayan dalam mengatur layanan untuk setiap tamu. Biasanya, mereka akan bertanya, untuk berapa orang, mau di dekat jendela, di area bebas rokok, dan sebagainya. Terutama kalau restorannya besar, Anda tidak bisa langsung memilih tempat duduk sendiri, karena kalau demikian, pelayan tidak bisa mengetahui kalau ada orang yang baru masuk dan harus segera dilayani. Jika tidak ada pelayan yang datang, inisiatif untuk bertanya atau memberitahu bahwa Anda ingin pesan makanan, akan sangat dihargai.

2. Pesan Minuman Terlebih Dahulu

Setelah duduk, pelayan akan segera memberikan menu dan menanyakan pesanan minuman. Tenang saja kalian masih ada waktu untuk memilih makanan setelah itu. Gunakan waktu ini untuk memilih hidangan yang ingin Anda nikmati, karena biasanya ada lebih banyak waktu sebelum Anda harus memesan makanan. Ini juga memberi kesempatan untuk berbicara dengan teman atau melakukan hal lain seiring Anda menikmati minuman pertama.

3. Etika Berkomunikasi dengan Sopan di Restoran Jerman

Ketika tiba saatnya untuk memesan makanan, hindarilah mengangkat tangan atau bersikap terlalu tergesa-gesa. Sebaliknya, buat kontak mata dengan pelayan dan berbicaralah dengan sopan. Penggunaan kata-kata ajaib seperti “Bitte” (tolong) saat memesan dan “Danke” (terima kasih) ketika makanan tiba akan memberikan kesan positif pada pelayan dan staf restoran.

4. Tanggapi Pertanyaan Pelayan dengan Ramah

Saat makanan disajikan, pelayan mungkin bertanya tentang kepuasan Anda atau memberikan pertanyaan lainnya. Ini adalah kesempatan untuk berinteraksi dengan pelayan dan mengekspresikan pendapat Anda tentang hidangan dan layanan. Berikan respons yang jujur dan positif jika semuanya baik atau sampaikan keluhan Anda dengan sopan jika ada masalah.

5. Pembayaran Bersama atau Terpisah?

Setelah menikmati hidangan, mintalah bill dengan sopan kepada pelayan.

Jika Anda makan bersama teman-teman, pelayan mungkin bertanya apakah ingin membayar bersama atau terpisah. Pembayaran terpisah (Split Bill) sangat umum di Jerman, dan Anda tidak perlu ragu untuk menyatakan preferensi Anda. Ini adalah praktik yang diterima dengan baik di negara ini.

6. Memberikan Tips dengan Tepat – Etika Makan di Restoran Jerman

Penting untuk diingat bahwa meninggalkan tips di meja dianggap tidak sopan di Jerman. Sebaliknya, nyatakan jumlah total yang ingin Anda bayar, termasuk tips, ketika memberikan pembayaran, baik dengan uang tunai maupun kartu. Misalnya, total kalian membeli adalah 18,50€, kemudian kamu memberikan uang sebesar 20€. Dan di sini tips yang diberikan adalah 1,50€, ini berlaku untuk pembayaran cash dan kartu.

7. Tetap Patuhi Etika Makan untuk Pengalaman Kuliner yang Memuaskan

Etika makan di Jerman bukan hanya tentang aturan-aturan formal, tetapi juga menciptakan hubungan yang baik antara pelanggan dan restoran. Dengan mengikuti norma-norma sosial ini, Anda tidak hanya menikmati hidangan lezat, tetapi juga memberikan kontribusi pada suasana yang positif di restoran. Jadi, nikmatilah setiap hidangan dengan sopan santun, dan pastikan pengalaman kuliner Anda di Jerman menjadi kenangan yang menyenangkan.

Kesimpulan: Etika Makan di Restoran Jerman

Dalam kesimpulannya, menghormati etika makan di restoran Jerman tidak hanya menjadi kewajiban formal, tetapi juga menciptakan dasar yang kuat untuk pengalaman kuliner yang menyenangkan. Dengan menunggu pelayan menunjukkan tempat duduk, berkomunikasi dengan sopan, dan mengikuti norma-norma seperti memberikan tips dengan tepat, pengunjung dapat merasakan tidak hanya kelezatan hidangan Jerman, tetapi juga suasana ramah yang menjadi bagian integral dari makan di sana. Kesadaran terhadap kata ajaib “Bitte” dan “Danke” menciptakan hubungan positif antara pelanggan dan pelayan, sementara pembayaran yang efisien dan kebijakan pembayaran terpisah mencerminkan pemahaman yang mendalam terhadap etika sosial setempat. Dengan demikian, mematuhi etika makan menjadi kunci untuk menikmati pengalaman kuliner yang autentik dan memuaskan di restoran Jerman.

Sumber Terkait:

Tertarik Mencari Pengalaman Baru di Jerman?

Jerman sedang kekurangan banyak tenaga kerja, loh. CVGEN (sebagai tenaga support Jerman) siap membimbing kamu untuk menempuh karir di Jerman tanpa agen.

Yuk! Ikutan dengan program ini :

  • Ausbildung (Sekolah profesi sambil bekerja di Jerman)
  • Relawan (FSJ, BFD)
  • Profesional ( Bekerja di bidang IT, Engineer, Tenaga Medis (Perawat))

Apakah Anda merasa sulit dengan persiapan bahasa Jerman di Indonesia? Yuk! ikuti Asrama Persiapan dan Budaya Bahasa Jerman di Indonesia sampai B2 dengan CVGEN.

CVGEN juga bekerjasama dengan Mina Mulia. Memberikan layanan konsultasi dan juga coaching, untuk tujuan tour, study, menetap sebagai pasangan atau berkarir ke Jerman. Gratis! (Kunjungi: Mina Mulia).

Selanjutnya, silahkan Hubungi +62 852-9864-9951 atau kunjungi website cv-gen.com atau email ami@cv-gen.com.

Kemudian, jika membutuhkan Jasa membuat CV atau ingin otomatis membuat CV gratis ke PDF dari Website, langsung saja ke Resume CVGEN.

Yuk, Ikutan Juga Grup dan Komunitas Indonesia di Jerman


Kabar gembira untuk Anda yang mungkin ingin mencari koneksi, teman atau informasi-informasi lainnya seputar Jerman, nih. Anda bisa gabung di sini :

Ingin Menikmati Weekend Seru dan Unik di Jerman?

Berikut rekomendasi keren tempat dan pesan tiket transportasi di Jerman :

By Neisya Putri Rahmawati

INFP-T | Prokopton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *